Turun Tebing : Siapa Takut????

PAYAKUMBUH – Penanaman pola pendidikan karakter pada anak-anak diusia sekolah merupakan pendidikan yang harus diutamakan di era seperti sekarang. Pada kesempatan ini, MTs Syekh Ibrahim Harun memberikan praktek, pendidikan, pelatihan dan pemaparan tentang panjat dan turun tebing siswa/siswinya.

Pembina pramuka Junaidi Riko Putra, menjelaskan bahwa program ini merupakan program yang telah diagendakan setiap tahunnya. Kegiatan ini diakuinya diberikan kepada anak usia sekolah untuk membiasakan diri peduli pada kesehatan dan memperkenalkan anak pada olahraga ini sejak dini. “Kita harapkan mereka tidak hanya berani, karena olahraga ini safety. Karena dari teknik naik-turun dan peralatannya terjamin tingkat keamanannya. Dari berbagai sisi motorik anak akan terbentuk kekuatan mental yang kuat, tidak mudah menyerah lalu mengenalkan kompetisi untuk menjadi juara dalam persaingan sehat,” Jelasnya.

Junaidi menambahkan “Kedepan, kegiatan ini akan kita terus dilanjutkan karena terbukti sukses membentuk generasi tangguh, dengan terus memacu semangat, daya juang tinggi, mental kuat, diharapkan tumbuh dari adik-adik mengikuti pendidikan ini,” Tuturnya.

Sementara itu, Kepala Madrasah Dasrul Fauzi, S. Ag berujar adanya kegiatan ini sebagai wujud keterbukaan organisasi Mapala UBL dalam mengakomodir bakat dan kemampuan anak-anak usia sekolah. Terutama dalam menjajal salah satu olahraga ekstrim ini tetapi tetap dengan pengawasan dewan guru maupun pengamatan para orangtua yang hadir langsung. “Olahraga ini ditekankan pada pematangan karakter, mental dan kearifan lokal siswanya. Apalagi banyak dari mereka lebih suka gadget dibanding beraktifitas di alam terbuka seperti panjat tebing,” Katanya.

Sedangkan, Ketua Yayasan Syekh Ibrahim Harun DRs. H. Rusdi Ramli, M. Ag., menyambut baik kegiatan ini karena telah diizinkan untuk mengikuti praktek, pendidikan, pelatihan dan pemaparan mengenai panjat tebing. Kegiatan beraktivitas di alam terbuka ini sangat membantu siswa-siswa dalam pembentukan karakternya dengan menggunakan media alam terbuka.

“Ini masih termasuk order activity. Meskipun usia dini, kita bisa lihat aplikasi dari kegiatan ini dari kepemimpinan, kedisiplinan, keberanian, jiwa berani hingga mental yang kuat dengan metode pembelajaran-permainan sangat menyenangkan terlihat dari pancaran wajah mereka,” Akunya. (Z)

%d blogger menyukai ini: